Headline

Jokowi Bermalam di Tengah Pengungsi Palue, Warga: Ini Luar Biasa, Kami Merasa Tidak Sendirian dalam Bencana

waktu baca 5 menit

l

MAUMERE-Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/9/2026) malam, membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga yang masih bertahan di tengah situasi pascagempa Flores.

Bukan hanya datang untuk melihat kondisi masyarakat terdampak, Jokowi juga disebut bersedia bermalam dan tidur bersama warga di posko pengungsian.

Bagi masyarakat Palue, keputusan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kunjungan seorang mantan kepala negara.

Koordinator kegiatan kunjungan Joko Widodo di Desa Rokirole, Benyamin Cawa, mengatakan kehadiran Jokowi memberikan kekuatan moral bagi masyarakat Palue yang hingga kini masih menghadapi dampak gempa bumi.

“Entahlah nanti selanjutnya seperti apa, tapi kehadiran Bapak Jokowi ini merupakan sebuah kekuatan untuk membangkitkan semangat kami bahwa kami tidak sendirian di bencana ini,” kata Benyamin saat ditemui di Rokirole, Rabu (16/9/2026) malam.

Menurut Benyamin, kedatangan Jokowi terasa istimewa karena mantan presiden tersebut memilih datang langsung ke tengah masyarakat terdampak, termasuk melihat kondisi pengungsi yang dipusatkan di Lapangan Guntur.

“Kami merasa ini luar biasa. Kami merasa bahwa kami tidak sendirian begitu,” ujarnya.

Jokowi tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 13.00 WITA. Ia disambut dan dijemput Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka.

Dari Maumere, Jokowi bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Ropa, Kabupaten Ende. Dari Ropa, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal motor menuju Pulau Palue.

Palue merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sikka yang mengalami dampak cukup berat akibat gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.

Warga Sempat Mengira Jokowi Batal Datang

Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W. Lowo, mengatakan warga menyambut kedatangan Jokowi dengan penuh kebahagiaan.

Ia bahkan mengaku tidak banyak kata yang dapat menggambarkan perasaan warga ketika Jokowi akhirnya menginjakkan kaki di Palue.

“Kami tidak berkata apa-apa karena saking senangnya. Kami sangat bahagia karena kehadiran Bapak Jokowi di tempat kami, di tanah kelahiran ini,” kata Nikodemus.

Menurut dia, kedatangan Jokowi terasa semakin istimewa karena sebelumnya rencana kunjungan tersebut sempat ditunda. Kondisi itu membuat sebagian warga sempat mengira Jokowi tidak jadi datang ke Palue.

Namun, kabar kedatangan tersebut kembali muncul. Terlebih, Jokowi disebut bersedia bermalam bersama warga di posko pengungsian.

“Itu yang kami merasa bangga dan senang,” ujarnya.

Bagi Nikodemus, keputusan untuk bermalam di tengah pengungsi membuat kunjungan Jokowi memiliki arti tersendiri.

Warga, kata dia, tidak menyiapkan banyak tuntutan untuk disampaikan. Mereka justru ingin Jokowi melihat dan merasakan secara langsung kehidupan masyarakat yang masih berada di pengungsian.

“Kami berpikir dia ini mantan eksekutif negara, terus dia ini orang yang cukup dihargai di mata negara, sehingga kami berpikir pasti dia punya ada sesuatu yang dia bisa berikan untuk kami,” katanya.

Nikodemus meyakini Jokowi telah mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Palue, baik melalui pemberitaan media maupun informasi lainnya.

Karena itu, warga tidak merasa perlu menjelaskan satu per satu kesulitan yang mereka alami.

“Kami sudah yakin bahwa ketika dia datang lalu tidur itu saja, tanpa kami memberitahu pasti dia sudah tahu,” ujarnya.

Nikodemus mengatakan, warga tidak ingin membebani Jokowi dengan banyak permintaan.

Bagi mereka, kehadiran Jokowi di tengah pengungsi sudah menjadi sesuatu yang patut disyukuri.

“Kami tidak terlalu berharap banyak. Hanya ketika dia sudah injakkan kaki di sini kami sangat bersyukur,” katanya.

Namun, ada satu harapan yang ingin dititipkan warga kepada Jokowi setelah kunjungan tersebut berakhir.

“Ketika dia pulang pun satu harapan kami, jangan pernah lupa orang Cawalo, jangan pernah lupa orang Palue,” tegasnya.

Ia berharap apa yang dilihat dan didengar Jokowi selama berada di Palue dapat menjadi perhatian dalam proses pemulihan masyarakat setelah gempa bumi.

Nikodemus juga berharap berbagai informasi mengenai kondisi Palue yang selama ini diberitakan media dapat menjadi gambaran bagi Jokowi mengenai kebutuhan warga.

“Mudah-mudahan apa yang dia sempat dengar atau dia sempat lihat, nonton di berita dan lain sebagainya itu mungkin itu menjadi satu hal yang kami sangat menyenangkan kalau memang menjawab itu semua hal yang menjadi kebutuhan kami,” ujarnya.

“Kami tidak bisa meminta banyak, kami hanya bahagia, hanya kami yakin dan percaya bahwa dia pasti tahu. Dia pasti tahu apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan kami,” pungkasnya.

Disambut Tradisi Adat Palue

Pantauan media ini, setibanya di Posko Pengungsian Cawalo, Desa Rokirole, Jokowi disambut secara adat oleh para tua adat atau Laki Mosa.

Benyamin menjelaskan, penyambutan tersebut merupakan bentuk penghormatan masyarakat Palue kepada tamu yang datang ke wilayah mereka.

Jokowi disambut melalui ritual Pa’e atau doa adat, kemudian Thambo Wae, yakni pemercikan air kelapa yang dimaknai sebagai simbol kenyamanan, kedamaian dan kesejukan bagi tamu yang memasuki wilayah Kampung Cawalo.

Setelah itu, Jokowi dikalungi sarung adat Palue oleh dua Laki Mosa, yakni Laki Mosa Toni Langga dan Laki Mosa Obha Ware/Powo Wawo. Pengalungan juga dilakukan oleh dua perwakilan warga dari Dusun Cawalo dan Dusun Tudu, Desa Rokirole.

“Sebagai budaya kami orang Palue, apalagi di Rokirole, namanya tamu baru, kami pasti menyambut dengan tradisi,” kata Benyamin.

Setelah prosesi adat, Jokowi menuju tenda utama di Lapangan Guntur. Di lokasi tersebut digelar makan bersama dengan tokoh adat dan perwakilan masyarakat dari delapan desa di Pulau Palue.

Usai makan bersama, akan dibuka ruang dialog antara Jokowi dan masyarakat untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan warga terdampak gempa.

“Setelah makan malam mungkin ada dialog-dialog kecil bersama dengan Bapak Jokowi. Mungkin menyampaikan segala kebutuhan atau apa-apa yang perlu dikeluhkan,” kata Benyamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version