News

Bupati Sikka Datangi Rumah Duka Alfonsius Korban Penembakan Papua, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan dan Kasus Diusut Tuntas

waktu baca 5 menit
Keterangan foto: Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago saat bertemu dengan bapa dan mama dari almarhum drh. Alfonsius Albinus Mehan di Kelurahan Wailiti, Jumat (11/9/2026). Foto: Mario Sina.

MAUMERE-Kesedihan masih menyelimuti rumah keluarga Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan asal Kabupaten Sikka yang tewas dalam aksi penembakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Di rumah duka, Kelurahan Wailiti, Kabupaten Sikka, Jumat (11/9/2026) pagi, keluarga masih menanti kedatangan jenazah Alfonsius dari Papua.

Alfonsius meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang baru berusia lima tahun. Istri dan anaknya saat ini masih berada di Papua bersama jenazah Alfonsius, sambil menunggu proses pemulangan ke Sikka.

Di tengah suasana duka itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Kedatangan Bupati menjadi bentuk kehadiran Pemerintah Kabupaten Sikka bagi keluarga Alfonsius yang kehilangan anggota keluarga dalam tragedi penembakan tersebut.
Alfonsius yang berusia 36 tahun merupakan salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (9/9/2026).

Dua korban lainnya yakni Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta Willi Mbuik (26), CPNS pada Dinas Pertanian Jayawijaya.

Ketiganya ditembak ketika sedang menjalankan tugas kedinasan mengantar bantuan bibit babi.
Rombongan yang berjumlah 11 orang itu dilaporkan dihadang oleh kelompok bersenjata yang diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Alfonsius merupakan putra Kabupaten Sikka dan alumni SMAK Frateran Maumere. Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter hewan, ia mengabdikan diri sebagai dokter hewan di Kabupaten Jayawijaya dan bertugas pada Dinas Pertanian setempat.

Dalam aksi penembakan tersebut, Alfonsius dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian kepala hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia.
Jenazah Willi Mbuik telah diterbangkan ke Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sementara jenazah Alfonsius dan Aprida masih berada di Wamena dan menunggu proses pemulangan.

Bupati Sikka: Negara Tidak Boleh Takut


Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengaku mengenal Alfonsius secara pribadi. Di hadapan keluarga korban, ia menyampaikan duka cita atas kepergian warga Sikka yang menurutnya sedang berjuang mengabdi dan mencari kehidupan di tanah Papua.

Keterangan foto: Foto almarhum drh. Alfonsius Albinus Mehan di rumah duka keluarga, Jumat (11/9/2026). Foto: Mario Sina.

“Yang pertama tentu kami sampaikan atas nama pemerintah seluruh masyarakat Kabupaten Sikka tentu mengucapkan turut berduka cita, belasungkawa atas kepergian almarhum,” kata Juventus.

Bupati Juventus mengatakan Alfonsius merupakan adik kelasnya saat menempuh pendidikan di Surabaya. Karena itu, kabar kematian Alfonsius dalam aksi penembakan tersebut tidak hanya dirasakan sebagai kehilangan seorang warga Sikka, tetapi juga sebagai kehilangan seorang yang dikenalnya secara pribadi.

“Ini almarhum ini secara pribadi juga saya kenal sebagai adik kelas saya. Dulu kuliah di Surabaya, tinggal hidup bersama dengan teman-teman yang saya kenal semua adik-adik. Mereka adik-adik saya semua,” ujarnya.

Menurut Bupati Juventus, Alfonsius merupakan anak muda yang bekerja dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat di Papua.

“Jadi anak baik yang berjuang mencari hidup, berbakti buat masyarakat Papua. Tapi menurut saya perbuatannya sangat keji. Perbuatan itu menunjukkan itu bukan perbuatan manusia, itu perbuatan yang biadab,” tegasnya.

Ia mengecam keras aksi penembakan tersebut dan meminta negara mengambil langkah tegas untuk mengusut serta menyelesaikan kasus kekerasan bersenjata di Papua.

“Dan negara tidak boleh takut! Kami minta Pak Presiden, Pak Prabowo Subianto, Bapak Panglima TNI, Bapak Kapolri, kami minta penanganan secara terbuka, transparan, penyelesaian secara transparan. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok teroris, kelompok separatis, atau apa pun itu, negara tidak boleh kalah,” kata Bupati Juventus.

Keterangan foto: Krans bunga duka di kediaman almarhum drh. Alfonsius Albinus Mehan di rumah duka keluarga, Jumat (11/9/2026). Foto: Mario Sina.

Ia menilai kasus penembakan terhadap Alfonsius dan dua rekannya tidak boleh berhenti pada penanganan di permukaan. Menurut dia, kasus tersebut harus diusut hingga tuntas.

“Dan kami Pemerintah Kabupaten Sikka, semua keluarga besar, masyarakat, kami minta ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

Bupati Juventus juga mempertanyakan masih terjadinya aksi kekerasan terhadap warga sipil yang sedang menjalankan tugas di Papua.

“Kalau negara punya alutsista yang begitu luar biasa, negara punya perangkat yang begitu hebat, menyelesaikan, membunuh, menangkap teroris sampai di lubang-lubang jarum, kenapa tidak diselesaikan juga kelompok-kelompok separatis ini?” katanya.

“Apakah ini sebuah pembiaran atau seperti apa? Dan ini sangat menyayat hati kami. Sebagai keluarga, sebagai seluruh masyarakat Kabupaten Sikka dan seluruh korban, yang bukan baru hari ini Saudara Alfan, tetapi semua keluarga yang menurut saya teriris dan sakit dengan peristiwa ini,” lanjutnya.
Karena itu, Juventus kembali meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan keamanan di Papua agar kejadian serupa tidak terus berulang dan kembali merenggut nyawa warga negara.

“Jadi sekali lagi, ini sikap dan statement kami. Kami mohon penyelesaian ini dan negara, Pak Prabowo, negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut dengan kelompok-kelompok separatis,” tegas Bupati Sikka.

Selain menyampaikan belasungkawa, Juventus berharap keluarga Alfonsius diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Juventus juga menelepon Kapolda NTT untuk membantu keluarga dalam proses pemulangan jenazah Alfonsius setibanya di Bandara Labuan Bajo ke Kabupaten Sikka. Rencananya jenazah akan dibawa menggunakan pesawat Casa milik Polri pada Sabtu (12/9/2026) sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version