KMP Ile Ape Docking, Distribusi Bantuan ke Palue Terancam Terganggu, Bupati Sikka Minta Kapal Pengganti
MAUMERE-Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Kementerian Perhubungan segera menyiapkan kapal feri pengganti KMP Ile Ape yang menjalani docking. Pasalnya, “rehatnya” kapal tersebut berpotensi memperlambat distribusi bantuan ke salah satu wilayah yang terdampak gempa paling parah di Kabupaten Sikka itu.
Permintaan itu disampaikan Juventus karena bantuan untuk masyarakat Palue kini menumpuk di Maumere dan membutuhkan sarana angkutan laut untuk segera dikirim ke wilayah terdampak.
“Ini penting sekali. Sejak tanggal 1 September 2026 kami sudah mengeluarkan surat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka untuk meminta perpanjangan penggunaan kapal feri. Apabila tidak diperpanjang kapal feri yang ada KMP Ile Ape karena ada beberapa hal harus masuk docking, kami minta untuk pergantian atau menempatkan satu kapal di sini untuk kebutuhan akomodasi Maumere-Palue,” kata Juventus, Senin, 7 September 2026.
Menurut dia, kebutuhan kapal pengganti semakin mendesak karena Kabupaten Sikka masih berada dalam masa tanggap darurat. Sejak awal penanganan bencana, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap Kecamatan Palue yang terdampak gempa.
“Kami sekarang masih dalam proses tanggap darurat dan sejak awal pemerintah punya atensi khusus untuk Kecamatan Palue. Karena itu kami mohon dukungannya,” ujar Juventus.
Juventus mengatakan, pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kementerian Perhubungan terkait kebutuhan kapal tersebut. Ia juga mengaku telah menyampaikan surat permintaan kepada pemerintah pusat, tetapi hingga Senin belum mendapatkan respons.
“Saya sudah menghubungi Pak Gubernur dan Pak Wakil Menteri Perhubungan yang kemudian kemarin juga sempat berkunjung ke Sikka melihat kondisi di sini, saya sudah kirimkan suratnya tapi memang sampai sekarang belum ada respon,” katanya.
Ketiadaan kapal pengganti, lanjut Juventus, membuat proses distribusi bantuan ke Palue menjadi lebih sulit. Sementara di Maumere, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan dan sebagian masih menunggu untuk diangkut ke Palue.
“Ini memang agak menyusahkan dan menyulitkan kami sementara di daratan ini bertumpukan bantuan dan dukungan-dukungan yang harus segera kami support ke Palue,” katanya.
Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Sejumlah komunitas, organisasi masyarakat, pelaku usaha, BUMN, dan kelompok masyarakat juga menyalurkan bantuan untuk warga Palue.
“Ditambah lagi juga dengan banyak komunitas dan dukungan dari masyarakat dan lain sebagainya yang memang mau tidak mau membutuhkan kapal ini untuk bisa kita dorong ke Palue,” kata Juventus.
Berencana Sewa Kapal
Sembari menunggu kepastian dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Sikka terpaksa mempertimbangkan penyewaan kapal untuk mengangkut bantuan ke Palue.
“Mau tidak mau kita harus sewa kapal, dan ini menurut saya tenaganya lebih ekstra, sementara bantuannya sangat banyak yang harus kita support ke sana,” kata Juventus.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi pilihan sementara agar bantuan yang telah terkumpul di Maumere dapat segera sampai kepada masyarakat Palue.
“Ini baru bantuan dari Pemda, belum lagi banyak komunitas masyarakat, Ormas, pengusaha, dari BUMN dan lain sebagainya yang bantuannya tertumpuk di sini yang harus kita dorong ke Palue,” ungkapnya.
Karena itu, Juventus kembali meminta pemerintah pusat segera menempatkan satu kapal feri yang dapat melayani rute Maumere-Palue selama KMP Ile Ape menjalani docking.
“Jadi tolong bantu kami dengan satu kapal, tolong bantu masyarakat Palue dengan menghadirkan satu kapal feri untuk mengangkut seluruh bantuan ke Palue,” ungkap Bupati Sikka.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan