Jamin Kelancaran Angkutan Penyeberangan di NTT, KMP Inerie II Gantikan KMP Ile Ape yang Docking
JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjuk KMP Inerie II sebagai kapal pengganti sementara untuk melayani angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal tersebut disiapkan untuk menggantikan KMP Ile Ape yang mulai menjalani docking tahunan sejak 5 September 2026.
Penunjukan KMP Inerie II dilakukan agar pelayanan penyeberangan, termasuk mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau, tetap berjalan selama KMP Ile Ape menjalani perawatan.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Provinsi NTT yang sebelumnya meminta Kemenhub menyiapkan armada pengganti.
Permohonan itu disampaikan Gubernur NTT melalui Surat Nomor BU.500.11.14/29/DISHUB/2026 tertanggal 4 September 2026.
Menindaklanjuti surat tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menerbitkan surat dinas Nomor AP.106/2/5/DJPD/2026 tertanggal 7 September 2026 yang ditujukan kepada Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Direktur Sarana Prasarana Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (SDP) Sigit Widodo meminta ASDP segera mengoperasikan KMP Inerie II selama KMP Ile Ape menjalani perawatan.
“Dalam rangka menjamin keberlangsungan pelayanan angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya selama pelaksanaan docking tahunan KMP Ile Ape mulai tanggal 5 September 2026, diminta kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk dapat mengoperasikan KMP Inerie II sebagai kapal pengganti sampai dengan KMP Ile Ape kembali beroperasi,” kata Sigit dalam surat tersebut.
Bupati Sikka Minta Kapal Pengganti untuk Distribusi Bantuan ke Palue
Kehadiran kapal pengganti juga menjadi kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Sikka, terutama untuk mendukung d rristribusi bantuan ke Kecamatan Palue yang terdampak gempa.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya meminta Kemenhub segera menempatkan kapal pengganti KMP Ile Ape. Menurutnya, docking-nya KMP Ile Ape berpotensi menghambat pengiriman bantuan yang telah terkumpul di Maumere menuju Palue.
“Ini penting sekali. Sejak tanggal 1 September 2026 kami sudah mengeluarkan surat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka untuk meminta perpanjangan penggunaan kapal feri,” kata Juventus, Senin, 7 September 2026.
Jika KMP Ile Ape tetap harus menjalani docking, pemerintah daerah meminta kapal lain ditempatkan untuk melayani kebutuhan transportasi laut Maumere-Palue.
“Apabila tidak diperpanjang kapal feri yang ada KMP Ile Ape karena ada beberapa hal harus masuk docking, kami minta untuk pergantian atau menempatkan satu kapal di sini untuk kebutuhan akomodasi Maumere-Palue,” ujarnya.
Menurut Juventus, kebutuhan kapal pengganti semakin mendesak karena Sikka masih berada dalam masa tanggap darurat. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap Palue yang menjadi salah satu wilayah terdampak gempa.
“Kami sekarang masih dalam proses tanggap darurat dan sejak awal pemerintah punya atensi khusus untuk Kecamatan Palue. Karena itu kami mohon dukungannya,” katanya.
Juventus mengatakan, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan ke Maumere. Namun, bantuan tersebut membutuhkan sarana transportasi laut untuk dapat segera dikirim ke Palue.
“Ini memang agak menyusahkan dan menyulitkan kami sementara di daratan ini bertumpukan bantuan dan dukungan-dukungan yang harus segera kami support ke Palue,” ujar Juventus.
Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga komunitas, organisasi masyarakat, pelaku usaha, BUMN, dan kelompok masyarakat.
“Ditambah lagi juga dengan banyak komunitas dan dukungan dari masyarakat dan lain sebagainya yang memang mau tidak mau membutuhkan kapal ini untuk bisa kita dorong ke Palue,” katanya.
Pemkab Sikka Pertimbangkan Sewa Kapal
Sembari menunggu kepastian kapal pengganti, Pemkab Sikka bahkan mempertimbangkan menyewa kapal untuk mengangkut bantuan ke Palue.
“Mau tidak mau kita harus sewa kapal, dan ini menurut saya tenaganya lebih ekstra, sementara bantuannya sangat banyak yang harus kita support ke sana,” kata Juventus.
Ia mengatakan bantuan yang masih menunggu pengiriman bukan hanya milik pemerintah daerah.
“Ini baru bantuan dari Pemda, belum lagi banyak komunitas masyarakat, Ormas, pengusaha, dari BUMN dan lain sebagainya yang bantuannya tertumpuk di sini yang harus kita dorong ke Palue,” ungkapnya.
Karena itu, Juventus meminta pemerintah pusat segera menyediakan kapal feri pengganti selama KMP Ile Ape menjalani docking.
“Jadi tolong bantu kami dengan satu kapal, tolong bantu masyarakat Palue dengan menghadirkan satu kapal feri untuk mengangkut seluruh bantuan ke Palue,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan