Headline

Kalah dari CBN, Pelatih Persebata Soroti Faktor Angin Kencang Hambat Permainan dan Keputusan Wasit Ganggu Mental Pemain

waktu baca 3 menit

MAUMERE-Persebata Lembata harus mengakhiri perjuangannya di Soeratin Cup U-17 setelah takluk 1-3 dari Citra Bakti Ngada (CBN) pada babak 8 besar di Stadion Gelora Samador Maumere, Minggu (9/8/2026) sore.

Usai pertandingan, Asisten Pelatih Persebata Lembata, Heri Maulana, menilai faktor cuaca berupa angin kencang menjadi salah satu kendala yang membuat timnya tidak mampu menampilkan karakter permainan seperti yang diharapkan.

Heri mengatakan, Persebata sebenarnya tetap mampu memainkan bola dari kaki ke kaki. Namun, strategi umpan-umpan panjang yang menjadi salah satu pola permainan tim mengalami hambatan akibat kondisi angin yang cukup kencang di lapangan.

“Yang pertama, mungkin faktor cuaca. Bermain dengan kondisi cuaca angin yang kencang, alur bola kami untuk bermain long pass (umpan panjang) itu memang agak sulit karena angin yang kencang,” ujar Heri dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Menurutnya, permainan dari kaki ke kaki sebenarnya sudah berjalan cukup baik. Hanya saja, kondisi angin membuat beberapa umpan panjang Persebata tidak berjalan sesuai dengan rencana.

“Terus kami bermain dari kaki ke kaki itu sudah sangat baik sekali. Cuma karena faktor angin yang kencang, jadi beberapa kali long pass kami terhambat dari kondisi cuaca ini,” katanya.

Selain faktor cuaca, Heri juga menyoroti sejumlah keputusan wasit yang menurut penilaian timnya cukup merugikan Persebata.

Ia secara khusus menyinggung proses terjadinya gol pertama CBN yang berawal dari tendangan bebas. Heri menilai pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.

“Yang kedua, mental anak-anak agak sedikit terganggu dengan beberapa keputusan yang bagi kami sangat merugikan kami. Dari gol pertama itu ada pelanggaran yang seharusnya menurut kami itu tidak perlu terjadi pelanggaran. Itu satu kerugian buat kami juga,” ungkapnya.

Heri mengatakan, gol pertama CBN dari situasi bola mati tersebut berdampak terhadap psikologis pemain Persebata.

“Dari gol itu, anak-anak mentalnya jadi down, jadi turun. Jadi mereka harus butuh waktu lagi untuk menyesuaikan permainan mereka,” ujarnya.

Persebata dan  Citra Bakti Ngada menyampaikan konferensi pers usai pertandingan persempatfnal Piala Suratin U-17, Minggu 9 Agustus 2026 di Gelora Samador Maumere.

Situasi Persebata kemudian semakin sulit setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah. Kondisi tersebut membuat pola permainan yang ingin diterapkan pada babak kedua tidak dapat berjalan secara maksimal.

Asisten Manajer Persebata Lembata, Ibrahim Isre, mengatakan kartu merah tersebut turut memengaruhi permainan tim.

“Ketika di babak kedua, pola itu mau diterapkan, mungkin ketika teman-teman yang harus ada yang keluar karena terganjal kartu merah, sehingga mungkin pola itu yang tidak dimainkan semaksimal mungkin,” kata Ibrahim.

Meski harus menerima kekalahan, Ibrahim tetap memberikan apresiasi kepada CBN Ngada yang berhasil memenangkan pertandingan dan memastikan tiket ke semifinal.

Ia juga menilai para pemain Persebata telah berjuang semaksimal mungkin sepanjang pertandingan.

Sementara itu, Kapten Persebata Lembata, Muhammad Fahril Hendra, meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kekecewaan setelah gagal melaju ke semifinal.

Fahril menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Lembata maupun Paguyuban Lembata di Maumere yang telah memberikan dukungan kepada tim.

“Terima kasih atas perjuangan teman-teman semuanya. Minta maaf bagi semua warga yang ada di Lembata dan yang ada di Maumere. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi itulah, Dewi Fortuna lebih berpihak kepada Citra Bakti Ngada,” ujarnya.

Kapten muda Persebata itu kemudian mengajak rekan-rekannya untuk terus berlatih dan tidak berhenti mengejar karier di sepak bola.

“Terus berlatih, tetap semangat, dan terus berkarier dalam sepak bola,” katanya.

Dengan kemenangan 3-1 atas Persebata Lembata, CBN Ngada menjadi tim kedua yang memastikan diri melaju ke semifinal Soeratin Cup U-17.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version