Headline

Kebun Hortikultura BUMDes Waiara Siap Panen Pepaya California, Sudah Dua Kali Panen Cabai hingga 2 Ton

waktu baca 2 menit

MAUMERE-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, terus menunjukkan perkembangan dalam pengelolaan sektor hortikultura.

Setelah dua kali memanen cabai merah dengan produksi lebih dari dua ton setiap panen, kebun hortikultura yang dikelola BUMDes tersebut kini bersiap memanen Pepaya California pada awal Agustus 2026.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Waiara, Stefanus Arifin, mengatakan program hortikultura itu diluncurkan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Januari 2026 sebagai salah satu upaya mengembangkan potensi ekonomi desa melalui BUMDes.

“Kebun hortikultura Desa Waiara yang dikelola BUMDes Maju Makmur memiliki luas sekitar 1,5 hektare dengan komoditas utama Pepaya California dan cabai merah,” kata Stefanus saat ditemui di lokasi kebun hortikultura, Kamis (30/7/2026).

Menurut Stefanus, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Untuk mendukung pengelolaan usaha tersebut, Pemerintah Desa Waiara mengalokasikan penyertaan modal kepada BUMDes Maju Makmur melalui APBDes Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp174.174.000.

Dana itu digunakan untuk membiayai sewa lahan, pengadaan bibit, pupuk, biaya produksi hingga pemasaran hasil panen.

Sementara itu, Manajer Unit BUMDes Maju Makmur, Yohanes Fernandez Nero, menjelaskan kebun hortikultura telah dua kali melakukan panen cabai merah, masing-masing pada April dan Juli 2026.

“Produksi cabai merah pada setiap panen mencapai lebih dari dua ton,” ujarnya.

Selain cabai, kata Yohanes, kebun hortikultura tersebut akan memasuki masa panen Pepaya California pada Agustus 2026. Ia memperkirakan jumlah produksi awal mencapai lebih dari 500 buah.

“Hasil panen selama ini dipasarkan di Pasar Alok dan juga dikirim ke Kabupaten Ende,” katanya.

Selain memberikan kontribusi terhadap perekonomian desa, program hortikultura ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Sejak diluncurkan awal tahun 2026, BUMDes Maju Makmur telah menyerap sekitar 20 tenaga kerja yang seluruhnya merupakan warga Desa Waiara. Para pekerja menerima upah dengan sistem Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp70 ribu per hari.

Pemerintah Desa Waiara berharap pengembangan hortikultura melalui BUMDes dapat menjadi model pengelolaan usaha desa yang produktif, mampu meningkatkan PADes, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version