21 KDKMP di Sikka Masih Dalam Proses Penyelesaian, Empat Truk Hino Operasional Sudah Tiba
MAUMERE-Proses pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sikka terus berjalan. Dari total 149 desa dan kelurahan, sebanyak 21 gerai KDKMP saat ini sedang dalam tahap penyelesaian, sementara empat gerai telah rampung dan mulai dilengkapi dengan sarana operasional.
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, mengatakan empat unit truk Hino yang diperuntukkan bagi operasional KDKMP telah tiba di Kabupaten Sikka. Namun, kendaraan tersebut belum diserahkan kepada pengurus koperasi.
“Penyerahan kendaraan baru dilakukan setelah seluruh paket bantuan tiba lengkap, yaitu satu truk, satu mobil pikap, dan dua unit kendaraan roda tiga. Selain itu, fasilitas penunjang gerai koperasi juga harus sudah siap,” kata Denny di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, untuk sementara empat truk tersebut ditempatkan di gerai KDKMP masing-masing dan berada di bawah pengawasan aparat. Agar tetap dalam kondisi prima, mesin kendaraan dihidupkan setiap hari oleh Babinsa.
“Penyerahan ditahan dulu untuk mengantisipasi agar tidak disalahgunakan oleh pengurus,” ujarnya.
Empat unit truk itu nantinya akan diserahkan kepada gerai KDKMP yang telah selesai dibangun di Kelurahan Wuring, Kota Uneng, Madawat, dan Kota Baru. Masing-masing gerai akan menerima satu unit truk.
Menurut Denny, penyerahan kendaraan akan dilakukan oleh Kodim 1603/Sikka dan disaksikan pemerintah desa maupun kelurahan sebelum resmi dimanfaatkan oleh pengurus koperasi.
Lebih lanjut, Denny mengungkapkan bahwa dari 194 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, saat ini baru 21 KDKMP yang sedang dalam proses pembangunan, sedangkan empat gerai telah selesai dibangun.
“Ke depannya jumlah itu akan terus bertambah,” katanya.
Ia mengakui, tantangan terbesar dalam pembangunan KDKMP adalah ketersediaan lahan di masing-masing desa dan kelurahan.
“Idealnya setiap desa dan kelurahan memiliki lahan sendiri untuk pembangunan gerai KDKMP,” jelasnya.
Meski demikian, Denny menilai antusiasme pemerintah desa mulai meningkat. Beberapa desa telah menyiapkan lahan yang kemudian disurvei dan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk proses verifikasi.
“Ada desa yang lahannya sudah ada, telah disurvei dan dilaporkan ke pusat. Jika verifikasi dinyatakan bersih dan tuntas, barulah proses pembangunan fisik dimulai,” katanya.
Denny menegaskan, empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun belum dapat dioperasikan sebelum seluruh fasilitas pendukung tersedia. Karena itu, pihaknya terus mempercepat penyelesaian pembangunan agar seluruh gerai dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan