News

Ratusan Pendaftar Program Kuliah Gratis 4 Tahun Pemkab Sikka Akan Diverifikasi Langsung, Data Kemiskinan Dicek Ulang

waktu baca 4 menit

MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka akan melakukan verifikasi dan validasi lapangan terhadap ratusan pendaftar Program Kuliah Gratis atau yang disebut Program Bantuan Belajar guna memastikan bantuan pendidikan tersebut benar-benar diterima oleh siswa dan mahasiswa dari keluarga yang layak.

Tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tim verifikasi juga akan mengecek langsung kondisi ekonomi keluarga calon penerima, termasuk kesesuaian data kemiskinan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sikka, Yohanes Carolus Fernando Nong, S.STP, mengatakan hingga Selasa (23/6/2026), jumlah pendaftar yang telah memasukkan berkas mencapai 215 orang.

Setelah masa pendaftaran ditutup pada 24 Juni 2026, tim pelaksana akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh calon penerima bantuan.

“Kami akan verifikasi apakah sesuai desil, kondisi kemiskinan, rumah, kami akan melakukan wawancara dengan orang tua sesuai instrumen yang tersedia,” ujarnya.

Karlos demikian ia disapa menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara by name by address oleh tim yang berjumlah 15 orang. Setiap pendaftar akan diperiksa satu per satu berdasarkan identitas dan alamat yang tercantum dalam berkas permohonan.

Selain mencocokkan data administrasi, tim juga akan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga, termasuk kondisi rumah, tingkat kesejahteraan, serta kesesuaian data dengan kategori desil dalam DTSEN.

Menurutnya, tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Program Kuliah Gratis benar-benar menyasar siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati Sikka, program ini memprioritaskan mahasiswa yang menempuh pendidikan vokasi. Namun hingga hari kelima pendaftaran, jumlah pendaftar dari jalur vokasi masih tergolong sedikit.

“Untuk mahasiswa vokasi dalam lima hari pendaftaran ini belum terlalu banyak yang mendaftar, tercatat baru sekitar 43 orang yang mendaftar. Memang pendaftaran prioritas vokasi, namun kalau yang ada sekian maka kita akan ambil pada mahasiswa di luar vokasi,” katanya.

Pemkab Sikka menargetkan sebanyak 200 hingga 250 penerima baru Program Kuliah Gratis pada tahun 2026. Jumlah tersebut akan ditambah dengan 75 mahasiswa penerima program pada tahun 2025 yang masih akan menerima pembiayaan hingga menyelesaikan masa studinya.

“Untuk tahun 2026 ini, kami target memberikan bantuan belajar kepada 200-250 orang penerima. Ini juga akan ditambah dengan 75 mahasiswa penerima bantuan belajar tahun 2025,” ujarnya.

Karlos mengatakan bantuan yang diberikan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per mahasiswa. Dengan ketersediaan anggaran saat ini, pemerintah memperkirakan mampu mengakomodasi hingga sekitar 300 mahasiswa.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, penyaluran bantuan ditargetkan dapat dilakukan pada pertengahan Juli 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, mengatakan jumlah 215 berkas yang telah masuk merupakan gabungan dari siswa lulusan SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan.

“Yang telah mengajukan permohonan untuk bantuan belajar adalah sebanyak 215 berkas. Ini adalah akumulasi dari siswa dan mahasiswa yang mengajukan. Siswa adalah yang telah menamatkan SMA/SMK dan akan melanjutkan kuliah sementara mahasiswa adalah yang berada pada semester berjalan perkuliahan,” ujarnya.

Adrianus menjelaskan, program tersebut masih mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sikka Nomor 4 Tahun 2025 tentang Bantuan Belajar dan Peraturan Bupati Sikka Nomor 23 Tahun 2025 tentang Bantuan Belajar.

Salah satu syarat utama penerima adalah berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 dalam DTSEN yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka.

Namun demikian, menurut Adrianus, pengalaman pelaksanaan program tahun sebelumnya menunjukkan bahwa data administrasi saja tidak cukup untuk menentukan kelayakan penerima bantuan.

“Pengalaman kami di tahun 2025, dari kita buka pendaftaran lalu kita lakukan verifikasi dan validasi ulang, akhirnya mendapatkan 75 mahasiswa. Untuk tahun 2026 menjadi tahun terakhir yang kita buka, karena pembiayaan bantuan belajar ini sampai tahun terakhir mereka kuliah atau selama empat tahun,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya terdapat sejumlah pendaftar yang secara administrasi memenuhi syarat, tetapi setelah diverifikasi langsung ternyata tidak lagi layak menerima bantuan karena kondisi ekonominya telah berubah.

“Saya contoh pada tahun kemarin, setelah dilihat di lapangan ternyata orang itu tidak layak menerima bantuan. Ini terkait perubahan atau update data yang terjadi di DTSEN kita. DTSEN kita ini kan kepada masyarakat diberi waktu setiap saat untuk menyesuaikan,” katanya.

Karena itu, Pemkab Sikka menempatkan verifikasi dan validasi lapangan sebagai tahapan krusial untuk memastikan bantuan pendidikan yang dibiayai pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version