Headline

Mutasi Kapus Kojagete Ditolak Warga 3 Desa, Surati Bupati Sikka dan Ajukan Enam Alasan

waktu baca 2 menit
Tampak depan Puskesmas Kojagete

MAUMERE-Kebijakan mutasi Kepala Puskesmas (Kapus) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka pada Kamis (18/6/2026) mulai memicu penolakan dari masyarakat.

Warga dari Desa Kojagete, Kojadoi, dan Parumaan menyampaikan surat permohonan kepada Bupati Sikka agar meninjau kembali penempatan Kepala Puskesmas Kojagete hasil mutasi tersebut.

Tokoh masyarakat Desa Kojagete, Suhut dalam wawancara dengan media ini mengatakan, pihaknya tertanggal Senin (22/6/2026) telah memasukkan surat permohonan kepada Bupati Sikka. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Sikka.

Menurutnya, dalam surat itu, warga menyampaikan penolakan setelah muncul informasi penunjukan Kepala Puskesmas Kojegete yang mutasinya dilakukan Pemkab Sikka pada Kamis (18/6/2026).

Dalam surat yang ditandatangani 241 warga tersebut, masyarakat menyampaikan enam poin pertimbangan kepada Pemkab Sikka.

Pertama, warga menyebut Puskesmas Kojagete hingga saat ini belum memiliki mess atau tempat tinggal yang memadai bagi tenaga kesehatan yang bertugas.

Kedua, fasilitas penerangan di wilayah Puskesmas Kojagete dinilai masih sangat terbatas sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas pelayanan.

Ketiga, masyarakat menyoroti belum tersedianya akses transportasi khusus antar desa dan dusun yang dapat mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Keempat, warga juga menyebut hingga kini belum tersedia jalan penghubung yang memadai antar desa dan dusun menuju fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Kojagete.

Selain persoalan infrastruktur dan akses pelayanan, warga juga secara tegas menyampaikan keberatan terhadap penempatan kepala puskesmas yang bukan berasal dari wilayah setempat.

Dalam poin kelima surat tersebut, warga menyatakan keberatan apabila Kepala Puskesmas Kojagete dijabat oleh oknum kepala puskesmas selain putra daerah.

Sementara pada poin keenam, warga meminta agar Pemerintah Kabupaten Sikka menempatkan putra daerah sebagai Kepala Puskesmas Kojagete.

Dalam surat tersebut, warga secara khusus mengusulkan mantan Kepala Puskesmas Teluk Maumere untuk dipertimbangkan mengisi jabatan tersebut.

Menurut Suhut, permohonan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mempersoalkan sosok kepala puskesmas yang ditempatkan, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi geografis, keterbatasan sarana-prasarana yang ada , serta tantangan pelayanan kesehatan di wilayah Kojagete dan sekitarnya.

“Dengan kondisi keterbatasan yang ada, kami bersepakat apalagi kalau didatangkan kapus dari luar, pasti pelayanan tidak maksimal. Maka para tokoh masyarakat minta kala bisa masukkan putra daerah yang ada sebagai kepala Puskesmas Kojagete,” ungkap Suhut yang adalah mantan Kepala Desa Kojagete.

Penolakan warga ini menambah daftar polemik yang mengiringi mutasi kepala puskesmas di Kabupaten Sikka. Sebelumnya, mutasi sejumlah kepala puskesmas juga menjadi sorotan setelah beberapa pejabat dibebaskan dari jabatannya dan dialihkan menjadi tenaga fungsional pada puskesmas yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version