Karang Taruna Trisakti Desa Hoder, Sikka, Bentuk Forum PRB: Perkuat Ketahanan Hadapi Bencana

Sikka-Karang Taruna Trisakti Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, menginisiasi pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) pada Kamis (3/04/2025) pagi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua BPD Desa Hoder, Wilibordus Nong Ipir; Ketua Karang Taruna Desa Hoder, Ardianus Lawe; Fasilitator Yayasan FREN, Selvy Laka; serta 25 peserta lainnya yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda Desa Hoder.
Ketua Karang Taruna Desa Hoder, Ardianus Lawe, menegaskan bahwa Desa Hoder menghadapi ancaman bencana tahunan seperti kekeringan, abrasi pantai, angin kencang, serta kebakaran hutan dan lahan.
Dampak dari bencana ini tidak hanya mengganggu kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan ketahanan sumber daya lokal.
“Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) merupakan langkah strategis dalam mitigasi bencana, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Ardianus juga menjelaskan empat tujuan utama FPRB yakni, menjadi wadah koordinasi dan komunikasi bagi pemangku kepentingan dalam pengurangan risiko bencana.
Kedua, meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi risiko bencana.
Ketiga, mengembangkan strategi serta rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
Keempat, mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi masyarakat, sektor swasta, dan akademisi dalam pengelolaan risiko bencana.

Fasilitator Yayasan FREN, Selvy Laka, mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Trisakti dalam membentuk forum ini. Ia menekankan bahwa FPRB memiliki hubungan konsultatif dengan pemerintah desa, pemkab, pemprov, serta berbagai lembaga lainnya.
“Keanggotaan FPRB melibatkan pemdes, bidan desa, lembaga desa, wakil-wakil ormas, pemuda desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” tambahnya.
Selvy juga menjelaskan beberapa kegiatan utama FPRB, seperti kajian bencana, pendokumentasian data bencana, pemantauan kebijakan pemerintah desa, penyusunan rencana pengurangan risiko bencana, serta pemantauan kegiatan pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
“Masa kerja forum ini diharapkan berlangsung selama tiga tahun, dengan mekanisme pengambilan keputusan melalui rapat kepengurusan,” jelasnya.
Dalam pembentukan ini, terpilih kepengurusan FPRB Desa Hoder sebagai berikut:
Ketua: Sosimus Wodon
Sekretaris: Maria Monika
Bendahara: Veronika Wati Raga
Koordinator Bidang Kesiapsiagaan dan Peringatan Dini: Stefanus Nong Kosten
Koordinator Bidang Mitigasi dan Pencegahan: Petrus Alfredo Moa
Koordinator Bidang Data dan Kominfo: Siprianus Nong Mil
Koordinator Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar: Veronika Nona Marista
Koordinator Bidang Kesejahteraan: Martinus Mitan
Ketua BPD Desa Hoder, Wilibordus Nong Ipir, mengatakan, dengan terbentuknya Forum PRB ini, masyarakat Desa Hoder diharapkan lebih siap menghadapi ancaman bencana serta mampu mengembangkan langkah-langkah mitigasi yang efektif demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap setelah pembentukan Forum PRB, ada keberlanjutan dengan berbagai kegiatan terkait pengurangan resiko bencana di Desa Hoder,” harapnya.