“Tari dari Kami” Lomba Tari Anak Persembahan Desa Watukobu, Sikka Bersama Wulangreh Omah Budaya

waktu baca 2 menit

Sikka-Suasana Desa Watukobu dipenuhi semangat dan kegembiraan pada Kamis, 13 Maret 2025, saat lomba tari kreasi tradisional Tari dari Kami digelar. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Wulangreh Omah Budaya (WOB) dan masyarakat Desa Watukobu, yang bertujuan melestarikan serta merayakan kekayaan budaya lokal melalui seni tari.

Lomba ini menjadi momen bersejarah bagi WOB, yang untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi tari di luar Jakarta. Selama hampir tujuh tahun, WOB telah menjadi pusat pembelajaran seni tari, khususnya tari Jawa dan Bali.

Dengan berkembangnya kelas tari Nusantara yang mencakup tari Jawa Timuran, tari Dayak, Betawi, dan Sumatra/Melayu, gelaran di Maumere menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan seni dan budaya ke berbagai daerah.

Salah satu juri lomba, Justitia Annisa, yang juga merupakan Pamong Omah Wulangreh, menyoroti nilai gotong royong yang terlihat dalam penyelenggaraan acara ini.

“Kami melihat bagaimana anak-anak begitu antusias belajar menari, bahkan tanpa paksaan. Lomba ini juga terwujud berkat semangat gotong royong warga. Inilah nilai yang ingin kami tonjolkan—bukan sekadar tariannya, tetapi juga pelajaran kehidupan yang bisa dibawa sehari-hari,” ujar Justitia.

Sebanyak empat kelompok tari dari lima RW setempat turut serta dalam kompetisi ini. Mereka membawakan tarian kreasi berbasis tradisional dengan judul;Soka Toja, yang menggambarkan kebersamaan muda-mudi desa dalam gotong royong.
Pete Kapa Loru Lorun, yang menceritakan keindahan kain tenun ikat Maumere. Plewo Plewan, yang menggambarkan keceriaan dan interaksi warga dalam bertegur sapa serta Du’a Toru, yang mengangkat kisah pahlawan perempuan asal Sikka yang gigih melawan penjajahan Belanda.

Penilaian dilakukan oleh juri dari WOB serta seniman tari setempat, Orimus Osias Osi, yang telah membawa tarian NTT ke pentas internasional, termasuk di Darwin, Australia.

Para peserta dinilai berdasarkan kekompakan, kesesuaian irama, kesatuan rasa dalam kelompok, serta kemampuan menyampaikan cerita melalui tarian mereka.

Lomba Tari dari Kami menjadi ajang penting dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan di masyarakat. Ke depan, WOB berharap dapat terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai daerah untuk menghidupkan dan mengembangkan seni tari Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *