Pengurus Aliansi Wartawan Sikka Periode 2025-2027 Resmi Dikukuhkan, Sekda dan Ketua DPRD Sikka Sampaikan Harapan Besar

waktu baca 3 menit

Sikka-Pengukuhan kepengurusan Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) periode 2025-2027 berlangsung pada Selasa (18/03/2025) pagi di Aula Gedung SCC, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Beru, Kota Maumere. Prosesi ini menandai awal kepemimpinan baru bagi organisasi wartawan di Kabupaten Sikka.

Acara ini dihadiri oleh Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, Kadis Kominfo Very Awales, Ketua Dewan Pembina AWAS Edward Lodovic da Gomez, serta sejumlah pimpinan OPD, Forkopimda Sikka, dan tamu undangan lainnya.

Pengukuhan ditandai dengan penyerahan pataka AWAS dari Ketua AWAS demisioner, Vianey Tinton, kepada Ketua AWAS periode 2025-2027, Mario WP Sina. Setelah itu, seluruh pengurus baru mengucapkan Janji Satya AWAS, sebagai penegasan komitmen dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Sekda Sikka: Pers Berperan Strategis dalam Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada AWAS yang selama ini telah menjalankan fungsi pers dengan baik.

“Kami dari pemerintah daerah memberikan perhatian kepada AWAS dengan menyediakan satu ruangan di fasilitas milik Pemda Sikka sebagai sekretariat. Ini bentuk dukungan nyata kami terhadap insan pers di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa media memiliki enam fungsi utama, yaitu edukasi, informasi, akuntabilitas, pemasaran, hiburan, serta dukungan terhadap penyelenggaraan pembangunan. Ia juga mengajak AWAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah.

“Kami terbuka terhadap kritik yang konstruktif. Media harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosialnya dengan profesional demi kemajuan Kabupaten Sikka,” tambahnya.

Ketua DPRD Sikka: Wartawan Membentuk Opini dan Kebijakan

Sementara itu, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, S.Fil, menyoroti peran strategis wartawan dalam membentuk opini publik dan kebijakan pemerintah.

“Apa yang ditulis oleh wartawan mampu mengubah cara berpikir masyarakat, membentuk persepsi, dan bahkan memengaruhi kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa media memiliki kekuatan dalam mengubah keputusan politik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh insan pers di Sikka untuk terus bekerja secara profesional dan menjaga integritas.

“Kami di DPRD Sikka sangat menghargai peran jurnalis. Proficiat atas pengukuhan kepengurusan AWAS yang baru. Kami berharap rekan-rekan wartawan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan semangat yang objektif dan konstruktif,” tandasnya.

Ketua AWAS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital

Ketua AWAS periode 2025-2027, Mario WP Sina, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar bagi insan pers di Sikka.

“Sejak didirikan pada 9 Februari 2014, AWAS telah menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat demokrasi, serta mengawal kebijakan publik di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Saat ini, AWAS menaungi 29 wartawan dari berbagai platform media—cetak, online, radio, dan televisi—dengan sekretariat di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Sekda Sikka atas dukungan fasilitas sekretariat bagi AWAS.

Di era digital yang penuh tantangan, Mario WP Sina menyoroti maraknya hoaks, disinformasi, dan pergeseran pola konsumsi informasi.

“Hari ini, siapa saja bisa menyebarkan informasi dengan cepat melalui media sosial, bahkan sebelum wartawan profesional sempat melakukan verifikasi. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua,” jelasnya.

Selain itu, tekanan terhadap kebebasan pers semakin meningkat. Wartawan sering menghadapi ancaman, intimidasi, dan intervensi dari berbagai pihak yang merasa terganggu oleh pemberitaan.

Tiga Komitmen AWAS ke depan

Oleh karena itu, Mario WP Sina menegaskan tiga komitmen AWAS ke depan, yakni, pertama, memperkuat literasi media agar masyarakat lebih cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh hoaks.

Kedua, mendorong profesionalisme wartawan, dengan meningkatkan kompetensi dan kualitas pemberitaan yang berbasis fakta serta etika jurnalistik.

Ketiga, menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat, untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan akuntabel.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan AWAS sebagai organisasi pers yang profesional, independen, dan berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Sikka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *