Senator AWK Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk PLTU Ropa dan PLTU Bolok

Ende-Wakil Ketua I Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako, S.Pd., M.Si, mendorong pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi biomassa untuk PLTU Ropa – Ende dan PLTU Bolok – Kupang.
Dalam pertemuan bersama PLN Energi Primer Indonesia, Dinas Pertanian Provinsi NTT, Dinas ESDM Provinsi NTT, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, serta PT Flores Inti Pangan pada Rabu (12/3/2025), ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta untuk merealisasikan agenda hilirisasi energi di NTT.
“Saya sangat mengapresiasi langkah PLN EPI, pemerintah daerah, dan PT Flores Inti Pangan yang berkolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan listrik di NTT. Kita harus memanfaatkan potensi lokal agar energi biomassa di PLTU Ropa dan PLTU Bolok tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Angelo.
Menurutnya, limbah pertanian seperti bonggol jagung dan sekam padi dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk suplai biomassa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Jika kita bisa mengelola ini dengan baik, maka lapangan kerja terbuka bagi anak-anak muda, dan pendapatan petani juga meningkat,” tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Nixon M. Balukh, S.P., M.Si., menegaskan bahwa potensi limbah pertanian di NTT cukup besar.
“Pada 2024, petani di NTT memproduksi sekitar 187.000 ton limbah jagung. Sumba Barat Daya dan Timor Tengah Selatan adalah pemasok utama bonggol jagung, sedangkan sekam padi banyak ditemukan di Ende, Nagekeo, dan Manggarai Raya,” ungkap Nixon.
Sementara itu, Abraham Runga dari PT Flores Inti Pangan menyampaikan bahwa perusahaannya telah menandatangani MoU dengan PLN EPI dan Pemprov NTT untuk mendukung pemanfaatan biomassa.
“Kami sedang melakukan pendataan potensi limbah pertanian dan uji kalori di Sucofindo. Uji coba 300 ton biomassa akan dilakukan pada Mei di PLTU Ropa dan PLTU Bolok. Kolaborasi dari semua pihak sangat diperlukan agar proyek ini berkelanjutan,” jelas Abraham.
Dengan potensi limbah pertanian yang melimpah dan dukungan penuh dari berbagai pihak, pemanfaatan energi biomassa di NTT diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan energi berbasis sumber daya lokal.