Seorang Ayah di Sikka Tega Cabuli Anak Kandung

Maumere-Seorang ayah di Kabupaten Sikka, NTT berinsial AKM (45), tega mencabuli anak kandungnya, seorang siswi kelas 4 pada salah satu sekolah dasar di Kota Maumere.
Aksi bejat ayah kandung ini telah dilaporkan ibu kandung ke Polres Sikka sejak 11 Februari 2025 lalu, namun hingga kini belum mendapat penanganan berarti.
Ia kemudian mendatangi Mapolres Sikka untuk menanyakan perkembangan penanganan kasusnya pada Sabtu (08/03/2025) malam.
Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialami kepada ibunya.
Ibu kandung korban inisial M saat ditemui di Mapolres Sikka, mengatakan, ia bersama AKM memiliki dua orang anak. Namun, sejak berpisah rumah tangga, anak perempuannya ini tinggal bersama bapanya. Sedangkan ia tinggal bersama anak laki-lakinya.
Lanjutnya, sekitar awal bulan Februari 2025, korban mendatanginya lalu menceritakan kelakuan bejat ayahnya tersebut. Korban mengaku sering dicabuli ayahnya.
Tiba-tiba korban peluk saya ketakutan. Sambil mengangis dia cerita ayahnya sering meraba organ vitalnya. Menurut cerita anak saya, pencabulan ini terjadi tiga kali, sejak November-Desember 2024 dan Januari 2025,” ungkap M di Mapolres Sikka, Jumat (7/03/2025) malam.
Dikatakan M, mendengar pengakuan dari anaknya itu, ia kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Sikka pada 11 Februari 2025 lalu. Usai dilaporkan, keesokan harinya, anaknya langsung divisum.
M juga mengaku, pasca melaporkan kasus tersebut, ia baru sekali mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).
Dirinya berharap Polres Sikka dapat segera menahan pelaku AKM. Apalagi, hasil visumnya telah keluar dan sesuai kata dokter terbukti ada kekerasan memakai jari.
“Anak saya trauma berat, ketakutan kalau lihat laki-laki yang dia tidak kenal ” ungkapnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Alkatiri kepada media, Sabtu (08/03/2025) mengatakan, pelaku AKM sudah ditahan oleh penyidik Polres Sikka.
“Sudah ditahan sejak kemarin,” ujar Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Alkatiri.
Menurutnya, penangkapan itu setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan termasuk pemeriksaan korban dan saksi.